...
3 min read

Seperti Ini Content Plan yang Harus Kamu Buat, agar Konten Kamu Lebih Terarah dan Efektif

SHARE

Content Plan
Daftar Isi

Di dalam dunia bisnis saat ini, diperlukan berbagai macam jenis strategi yang ampuh dan efektif untuk mencapai tujuan perusahaan, salah satunya seperti proses pada pemasaran yang dilakukan oleh banyak pihak, yaitu tim marketing. 

Tim tersebut selalu berupaya mencari cara – cara inovatif untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan keuntungan secara optimal. Dalam memanfaatkan teknologi yang sudah ada, banyak tim marketing yang sudah beralih menggunakan digital marketing. 

Jika membahas tentang digital marketing, tentu tidak lepas dari yang namanya content digital. Membuat konten tidak bisa dilakukan begitu saja, harus ada pertimbangan khusus atau research yang dilakukan agar yang ingin dicapai bisa lebih mudah direalisasikan. Salah satunya dengan menggunakan Content plan.

 

Kenapa Content Plan penting

Content plan memiliki peran penting dalam mengarahkan pengembangan konten secara terstruktur. Tujuannya adalah untuk mendukung strategi bisnis agar dapat mencapai target atau tujuan yang telah ditetapkan. 

Tidak hanya itu, Content plan bikin evaluasi konten jadi lebih mudah, dengan data dan struktur yang jelas serta menghindari dari pembuatan konten yang asal – asalan. 

 

Content Plan vs Content Strategy

Masih banyak orang yang bingung gimana cara bedain content plan dan content strategy. Memang kedua nya saling berhubungan, namun memiliki fungsi yang berbeda, diantaranya:

  • Content Strategy: 

adalah arah besar dan alasan mengapa konten dibuat. Ini mencakup tujuan jangka panjang, tone of voice, dan persona audiens.

  • Content Plan: 

adalah implementasi dari strategi tersebut. Di dalamnya ada kalender konten, topik, saluran distribusi, hingga deadline pembuatan.

 

Langkah membuat Content Plan

Membuat content plan tidak semudah yang dipikirkan. Harus ada berbagai langkah yang perlu dilakukan agar konten yang dibuat dapat dipublikasikan dengan relevan sesuai dengan kebutuhan audiens. Langkah – langkah yang harus diperhatikan adalah:

1. Tentukan Tujuan 

Langkah pertama adalah menentukan tujuan konten yang akan kalian buat. Apakah untuk meningkatkan brand awareness, traffic, atau konversi? Tujuan ini akan jadi acuan dalam memilih jenis dan bentuk konten.

2. Kenali Audiens 

Pahami siapa target audiens yang kalian tentukan. Cek demografi, behavior, hingga platform yang mereka gunakan. Semakin dalam pemahaman, semakin tepat sasaran konten yang kalian buat nanti.

3. Brainstorming Ide Konten 

Kumpulin ide sebanyak mungkin berdasarkan topik yang relevan dan tren yang lagi naik. Jangan lupa juga sesuaikan sama kebutuhan audiens.

4. Susun Kalender Editorial 

Kalender editorial penting buat atur jadwal publish, deadline, dan tanggung jawab tiap tim. Ini bikin workflow jadi lebih tertata dan nggak bentrok antar konten. Kalian bisa bikin kalender editorial menggunakan tools seperti Spreadsheet.

5. Rancang Distribusi 

Nggak cukup cuma bikin konten, kalian juga harus tahu bagaimana mendistribusikannya. Pilih platform yang sesuai, bisa lewat website blog, email, atau social media.

6. Pantau dan Evaluasi 

Setelah konten selesai di post dan jalan, pantau performanya. Cek metrik seperti engagement, traffic, dan conversion. Dari sini kalian bisa evaluasi dan perbaiki untuk pembuatan konten – konten berikutnya menggunakan content plan.

 

Contoh Content Plan

Setelah memahami semua hal yang berhubungan dengan content plan. Ada hal terakhir yang akan kita pelajari bersama adalah tentang contoh content plan itu sendiri. Di bawah ini juga terdapat contoh – contoh dari content yang bisa kalian pelajari bersama.

1. Contoh Content Plan untuk SEO

Contoh Content Plan SEO

Biasanya, isi content plan untuk SEO adalah dokumen strategis yang merinci keyword, search volume, editional plan, dan lain sebagainya. Hal ini sangat membantu untuk membuat konten SEO yang relevan dan efektif.

 

2. Contoh Content Plan untuk Social Media

Contoh Content Plan Social Media

Biasanya, untuk social media terdapat elemen penting yang harus disiapkan. Mulai dari content pillar (tema utama), content format (seperti carousel, video, story), lalu content idea (gagasan spesifik untuk tiap postingan).

Selain itu, perlu siapin caption yang sesuai dengan tone brand, tambahkan referensi kalau datanya diambil dari sumber lain, dan jangan lupa nentuin waktu posting yang pas.

 

Tips biar Content Plan konsisten

  • Buat Template: 

Gunakan template yang seragam supaya tim lebih mudah ngisi dan tracking.

  • Gunakan Tools:

 Pakai tools kayak Trello, Notion, atau Google Sheet biar lebih tertata dan bisa kolaborasi tim.

  • Review Rutin: 

Jadwalkan review bulanan buat ngecek performa dan perbaikan content plan.

  • Fleksibel: 

Meski harus konsisten, content plan juga harus bisa adaptif terhadap tren baru dan kebutuhan bisnis yang berubah.

Content plan bukan sekadar daftar konten, tapi fondasi dari strategi komunikasi brand yang kuat. Dengan perencanaan yang matang, kalian bisa memastikan setiap konten itu punya arah, nilai, dan tujuan yang jelas. Jadi, jangan tunggu kontennya berantakan dulu baru bikin plan, ya. 

Yuk mulai susun content plan sekarang, dan lihat gimana hasilnya bisa ngangkat performa yang kalian buat. Kalau kalian masih bingung merencanakan konten dan ingin memiliki hasil yang optimal, Dativ siap bantu kalian di dalam dunia marketing.

Got any ideas to work on?