Jika kalian bekerja sebagai content creator maupun menjalankan hobi sebagai penulis pastinya familiar dengan content pillar. Perencanaan konten yang matang menjadi bagian penting untuk bisa mengembangkan akun media sosial maupun website.
Content pillar inilah yang menjadi pedoman bagi kalian untuk memastikan kalau konten yang kamu buat sejalan dengan objektif atau tujuan serta sesuai dengan target audiens.
Terus, apa aja kegunaan content pillar? Simak penjelasannya dan tips cara membuatnya disini yuk!
Apa Itu Content Pillar?
Dilansir dari semrush, content pillar adalah panduan utama dari topik untuk konten yang akan dibuat. Bisa konten untuk website maupun konten sosial media, dengan memfokuskan pada tema-tema yang membantu kalian untuk membangun otoritas dan menarik target audiens secara efektif.
Sederhananya, content pillar dapat dipahami sebagai kumpulan tema untuk membuat konten yang sesuai dengan cara komunikasi dari branding perusahaan.
Content pillar juga memiliki fungsi sebagai penopang keseluruhan strategi konten. Sehingga, konten yang kalian buat tidak melebar ke topik-topik lainnya.
Jenis-Jenis Content Pillar
Dikutip dari Marketing.io, content pillar terbagi dalam 4 jenis, yaitu :
- Promotional
Promotional content berfungsi untuk menarik audiens agar membeli produk / layanan dari perusahaan. Disini perusahaan akan memberikan informasi Unique Selling Points (USP) dari produk yang ditawarkan dibanding dengan produk sejenis lainnya.
Selain itu, sebuah brand pastinya berlomba-lomba untuk membuat konten yang seunik dan sekreatif mungkin untuk menarik audiens.
- Entertaintment
Melalui pendekatan dari topik yang menghibur dan inspiratif, entertainment content menyajikan konten yang sesuai dengan tren yang ada, baik dalam konteks meme, tren fashion, maupun konteks lainnya.
Namun, dalam membuat jenis konten ini tetap harus menggambarkan identitas brand dari segi komunikasinya.
- Educational
Educational content bertujuan untuk memberikan informasi yang edukatif dari suatu bidang.
Semisal dalam bidang digital marketing, konten educational akan menyajikan konten mengenai tips & trik ataupun istilah yang ada pada bidang digital marketing dalam konteks memberikan informasi edukatif terhadap audiens.
Pada umumnya sebuah perusahaan / brand akan mengarahkan audiens untuk menggunakan produk / layanan mereka sebagai bentuk penyelesaian masalah yang dihadapi audiens tersebut.
- Conversational
Conversational content menyajikan konten yang menarik interaksi dengan audiens.
Hal ini berguna bagi sebuah perusahaan / brand untuk mendapatkan data insight dari audiensnya, sehingga mereka dapat menganalisis kekurangan dan kelebihan dari produk / layanan yang mereka tawarkan.
Manfaat Content Pillar
Menggunakan content pillar dalam strategi pemasaran, memberikan sejumlah manfaat besar yang dapat memperkuat kehadiran online dan keterlibatan audiens dalam hal:
- Mengorganisir Konten Secara Efektif
Content pillar membantu kalian untuk menyusun konten dengan cara yang lebih terstruktur. kalian tidak perlu lagi merasa kewalahan dengan banyaknya topik yang ingin dibahas, karena semua konten akan terorganisir di bawah tema atau kategori utama yang jelas.
- Fokus terhadap kebutuhan audiens
Tentunya dengan adanya content pillar, kalian dapat mengerucutkan kebutuhan dari audiens berdasarkan topik yang dipilih.
- Mengoptimalkan SEO
Content pillar dapat membantu mengoptimalkan SEO dalam hal meningkatkan otoritas website dalam ranah topik tertentu. Sehingga, mesin pencari dapat mengindikasi bahwa website tersebut memiliki keahlian dalam suatu bidang.
Menghasilkan skor SEO yang baik dan dapat menampilkannya dalam halaman pencarian.
- Peningkatan konversi
Dengan adanya content pillar yang baik, audiens dapat melihat dan menilai keahlian dari sebuah brand hingga sampai pada tahap mempercayai sebuah brand tersebut.
Nah, kalau sudah mendapat kepercayaan dari audiens, tentunya mempermudah usaha dari sebuah brand untuk meningkatkan konversi.
- Identitas dan komunikasi brand yang konsisten
Dengan konsistensi dalam topik yang dibuat dalam content pillar, makan audiens dapat memahami identitas dari brand.
Hal ini membantu audiens untuk mengingat sebuah brand dari ciri khasnya.
- Mempermudah Pembagian Konten
Content pillar memungkinkan kalian untuk membagi konten ke dalam subtopik yang lebih kecil dan lebih spesifik. Hal ini memudahkan distribusi konten di berbagai platform seperti blog, media sosial, dan email marketing, karena kalian bisa mengambil kutipan atau bagian kecil dari pillar untuk dibagikan secara terpisah.
Cara Membuat Content Pillar
Membuat content pillar yang efektif membutuhkan perencanaan yang matang. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kalian ikuti untuk membuat content pillar yang baik:
- Pilih Topik Utama yang Relevan
Tentukan topik utama yang sesuai dengan bisnis atau niche kalian dan yang memiliki potensi untuk menarik audiens dalam jangka panjang. Pastikan topik ini luas dan memiliki cukup ruang untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam subtopik. - Lakukan Riset Keyword
Lakukan riset kata kunci untuk memastikan topik yang kalian pilih adalah topik yang banyak dicari orang. Alat seperti Google Keyword Planner atau SEMrush bisa membantu kalian menemukan kata kunci yang relevan. - Kembangkan Subtopik yang Mendukung
Setelah kalian menentukan topik utama, buatlah daftar subtopik yang akan menjadi bagian dari content pillar tersebut. Subtopik ini bisa berupa artikel atau konten yang lebih terperinci yang membahas aspek-aspek kecil dari topik utama. - Tulis Konten yang Berkualitas
Pastikan konten yang kalian buat berkualitas tinggi dan informatif. Jangan hanya menulis untuk memenuhi kuota kata, tetapi pastikan setiap artikel memberikan nilai tambah bagi audiens kalian. Tulis dengan gaya yang mudah dipahami dan berikan solusi nyata. - Optimalkan untuk SEO
Pastikan kalian mengoptimalkan content pillar dan subtopik yang dibuat dengan kata kunci yang relevan. Gunakan judul yang menarik, meta description yang jelas, dan URL yang ramah SEO. Jangan lupa untuk menggunakan internal linking antara artikel untuk membantu audiens menjelajahi lebih banyak konten di situs kalian. - Perbarui Secara Berkala
Konten pillar yang efektif harus selalu relevan dan up-to-date. Pastikan kalian memperbarui konten secara berkala agar tetap segar dan berguna bagi audiens. Ini juga akan membantu meningkatkan peringkat SEO kalian.
Content pillar adalah strategi yang sangat efektif untuk mengorganisir dan mengembangkan konten kalian dengan cara yang lebih terstruktur dan terarah. Dengan memilih topik utama yang relevan dan mengembangkan subtopik yang mendukungnya, kalian dapat menarik lebih banyak audiens, meningkatkan SEO, dan membangun keterlibatan yang lebih baik. Jika kalian baru mulai membangun strategi konten, pertimbangkan untuk membuat content pillar sebagai langkah pertama untuk menciptakan konten yang lebih terorganisir dan terukur.