...
7 min read

Kenal dan Pahami Dasar SEO Teknikal Dasar Pada Website : Identifikasi dan Solusinya

SHARE

isu teknikal seo list yang butuh bantuan developer
Daftar Isi

SEO teknikal adalah proses optimasi website untuk menemukan, membaca, dan mengindeks konten pada situs.

Dalam hal ini SEO berkonsentrasi pada aspek teknis seperti kecepatan website, struktur data, keamanan situs, kompatibilitas mobile, dan lainnya.

Komponen utama SEO teknis adalah crawling, indexing, rendering, dan website architecture.

Pengoptimalan yang ditujukan pada search engine bot berarti memastikan bahwa setiap komponen website terbaca dengan baik yang berarti optimal untuk bot maupun users.

 

Apakah Konten Lebih Penting Dibanding Teknikal?

Sering kali, para pemilik bisnis kecil, developer website atau dikenal dengan tim IT, hingga digital marketer lebih fokus pada aspek konten dan link building tanpa menyadari bahwa fondasi teknis website mereka mungkin mengalami masalah yang memengaruhi performa di search engine.

 

We Stated :

“SEO Content is Queen, They Said… Then I Said SEO Technical is King! Both are Important”

 

Mengapa Technical SEO Sangat Penting?

Tanpa technical SEO yang solid, bahkan website dengan konten yang sangat baik sekalipun dapat kesulitan untuk ditemukan oleh audiens targetnya di mesin pencari.

Beberapa elemen dasar dalam technical SEO meliputi:

  • Struktur URL
  • Penggunaan structured data
  • Kecepatan loading halaman (page speed).
  • Mobile Responsive (mobile-friendliness).
  • Identifikasi broken links atau rata-rata HTTP error (seperti 404) pada website, security dan lainnya

 

Berbicara perihal teknikal tidak terlepas pada topik Page Experience.

Terdapat beberapa metriks yang Google ambil untuk mengetahui/mengevaluasi performa pada website dan berpengaruh pada ranking factor juga.

Google menggunakan Core Web Vitals, mobile-friendly, HTTPS, dan intrusive interstitial guidelines untuk menilai pengalaman halaman.

Core Web Vitals terdiri dari beberapa metrik tambahan, seperti:

  • Largest Contentful Paint (LCP),
  • First Input Delay (FID), dan
  • Cumulative Layout Shift (CLS)

 

jasa konsultasi SEO

 

Isu Teknikal SEO Dasar yang Sering Terjadi & Best Practice Technical SEO

 

1. Indexation 

  • Meta No index: Halaman yang menggunakan meta tag ini akan dihindari oleh bot engine.
  • Meta Nofollow: Meta tag ini menginstruksikan mesin pencari untuk tidak mengikuti link di halaman tersebut.
  • Blocked by robots.txt: File `robots.txt` dapat memblokir atau membatasi akses search engine bot ke halaman atau direktori tertentu.

Contoh kasus yang sering terjadi adalah ketika situs e-commerce memiliki beberapa halaman produk yang tidak diindeks karena terblokir oleh `robots.txt`.

 

Cara memperbaiki: Periksa file `robots.txt` kalian, pastikan hanya halaman yang tidak relevan (seperti halaman admin) yang diblokir. Pada meta tag isu perlu dipilih mana halaman yang mau tidak di index dan setup meta tagnya

 

2. Canonicals 

  • Non Canonical Pages: Terkadang, beberapa halaman mungkin tidak memiliki tag canonical yang benar atau tidak sesuai dengan halaman yang seharusnya menjadi versi canonical-nya.
  • Self-Canonicals: Kadang-kadang, sebuah halaman dapat menetapkan tag canonical untuk dirinya sendiri, yang seharusnya tidak terjadi.
  • Canonicalised pages: Ada situasi di mana sebuah halaman menetapkan tag canonical menuju halaman lain, mengarah pada pemusatan konten yang tidak diinginkan. 

 

Untuk memastikan efektivitas tag canonical, lakukan audit secara rutin menggunakan third party tools dengan mengidentifikasi dan memperbaiki masalah duplikat konten terkait tag canonical,

kalian dapat memastikan visibilitas dan peringkat yang optimal untuk situs web kalian.

Canonical membantu mencegah masalah duplikat konten,tetapi kesalahan seperti penempatan tag di halaman non-canonical atau halaman dengan non-indexable canonical sering muncul. 

Cara memperbaiki: Audit semua canonical tags menggunakan alat seperti Screaming Frog atau JetOctopus untuk memastikan setiap halaman merujuk ke versi URL yang benar.

 

3. Hreflang 

  • Missing href-lang tags: Pastikan setiap halaman dalam situs kalian memiliki tag hreflang yang sesuai untuk mengindikasikan bahasa dan lokasi yang tepat.
  • Missing X-Default: Pastikan kalian menyertakan tag hreflang dengan atribut “x-default” yang merujuk ke versi default website kalian. 

 

Tag hreflang penting untuk situs multinasional, namun banyak masalah seperti missing X-Default, atau non-200 status codes pada URL yang digunakan dalam tag. 

Cara memperbaiki: Gunakan alat seperti Google Search Console untuk memverifikasi semua tag hreflang dan pastikan setiap URL aktif dan relevan.

 

4. Paginated Pages 

  • Pagination 2+ pages: Pastikan bahwa halaman-halaman yang memiliki paginasi berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman users yang baik. Jika terdapat masalah seperti halaman yang hilang atau tidak relevan, perlu diperbaiki agar tidak mengganggu indeks performa.
  • Pagination Indexable: Pastikan halaman pada pagination baiknya tidak terindex tapi tetap tercrawl oleh search engine bot.

 

Dengan memperbaiki masalah-masalah ini, kalian dapat meningkatkan kinerja dan indeksasi situs kalian, serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

 

Cara memperbaiki: Lakukan crawling rutin menggunakan alat seperti screaming frog untuk mengidentifikasi halaman pagination yang rusak atau tidak perlu diindeks, lalu perbarui struktur internal link dan perhatikan canonicalnya.

 

5. Load Speed / Technical 

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kecepatan load yang lambat dan ukuran halaman yang besar. Hal ini dapat berdampak negatif pada SEO dan pengalaman pengguna. Beberapa contoh kasus yang mungkin kalian temui adalah:

  • Halaman yang memuatkan foto dengan resolusi tinggi dan memerlukan waktu lebih dari 2 detik untuk dimuat.
  • Halaman dengan ukuran lebih dari 1 MB yang menyebabkan lamanya waktu load.

 

Untuk memperbaiki masalah ini, berikut beberapa langkah yang dapat kalian lakukan:

  • Kompres gambar menggunakan alat seperti TinyPNG untuk mengurangi ukuran file gambar tanpa mengorbankan kualitas visual.
  • Gunakan teknik lazy loading untuk memuat gambar hanya saat diperlukan, sehingga mengurangi waktu load awal halaman.
  • Aktifkan caching, yang memungkinkan browser menyimpan salinan halaman yang telah dimuat sebelumnya, sehingga mengurangi waktu load di kunjungan berikutnya.

 

Dengan mengoptimalkan kecepatan load dan ukuran halaman, kalian dapat meningkatkan kinerja situs kalian dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

 

6. Redirect

Mengelola redirect dan memastikan kode status yang optimal pada halaman situs kalian adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas SEO. Berikut beberapa masalah yang perlu diatasi:

  • Redirect Chains: Rantai redirect yang panjang dapat menghambat pengalaman pengguna dan memperlambat waktu load halaman. Evaluasi dan perbaiki redirect yang tidak perlu untuk memastikan pengalihan yang efisien.
  • Self Redirects: Redirect ke halaman yang sama (self-redirect) bisa mengganggu perayapan bot pencarian dan menghambat efisiensi situs. Pastikan menghindari self-redirect yang tidak perlu.
  • Redirect to Non-Indexable: Redirect ke halaman yang tidak dapat diindeks oleh bot pencarian dapat menyebabkan kehilangan otoritas dan penurunan peringkat. Pastikan semua redirect menuju halaman yang relevan dan dapat diindeks.
  • Redirect to Non-200 Status: Redirect ke halaman dengan kode status selain 200 (misalnya 302,404 atau 500) dapat menghambat perayapan dan indeksasi. Pastikan semua redirect menuju halaman dengan status 200 yang valid.

 

Dengan mengatasi masalah-masalah ini, kalian dapat memastikan efisiensi dan kualitas situs kalian dari segi SEO, yang berdampak pada peringkat dan visibilitas di mesin pencari.

 

Cara memperbaiki: Atur redirect 3xx ke halaman yang relevan untuk menjaga otoritas halaman lama.

 

7. Titles/H1

Duplikasi judul pada halaman yang dapat diindeks atau judul kosong dapat membingungkan mesin pencari dan menghambat optimisasi SEO kalian. Untuk mengatasi masalah ini, berikut adalah beberapa langkah yang dapat kalian lakukan:

  • Pages with Duplicated Titles: Identifikasi halaman dengan judul yang identik dan atur judul yang unik dan relevan untuk masing-masing halaman tersebut.
  • Indexable Pages with Duplicated Titles: Periksa halaman yang terindeks dengan judul yang sama dan pastikan setiap halaman memiliki judul yang berbeda untuk memperkuat keterkaitan dan visibilitas di mesin pencari.
  • Empty Titles: Periksa halaman dengan judul kosong dan tambahkan judul yang informatif dan menggambarkan isi halaman tersebut.
  • Similar Titles >70%: Identifikasi judul-judul yang memiliki kemiripan lebih dari 70% dan perbarui judul agar lebih unik dan mempertegas konten halaman.
  • Titles Similar with H1: Jika judul memiliki kesamaan dengan tag H1, pertimbangkan untuk membuat judul yang lebih spesifik dan membedakan antara kedua elemen ini.

 

Dengan mengelola dan memperbaiki duplikasi judul, kalian dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas website kalian, meningkatkan peringkat dan visibilitas di mesin pencari Google dan lainnya.

 

Cara memperbaiki: Gunakan alat seperti Screaming Frog untuk mengidentifikasi duplikasi, lalu perbarui judul agar unik dan relevan.

 

8. Meta Title/Description

Meta title/descriptions yang kosong, terlalu mirip, atau duplikat dapat menurunkan keefektifan dari website. Mengelola dan memperbaiki masalah meta title/descriptions dapat memberikan dampak positif pada peringkat dan visibilitas situs kalian di mesin pencari. Dalam hal ini, berikut adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  • Pages with Duplicated Meta Title/Descriptions: Identifikasi halaman-halaman yang memiliki meta title/descriptions yang sama untuk diperbaiki.
  • Missing Meta Title/Descriptions: Pastikan tidak ada meta title/descriptions yang kosong, dan tuliskan deskripsi unik yang sesuai dengan konten setiap halaman.

 

Meta title/descriptions yang kosong, terlalu mirip, atau duplikat dapat menurunkan keefektifan strategi SEO kalian. 

 

Cara memperbaiki: Audit dan buat deskripsi unik yang sesuai dengan konten masing-masing halaman.

 

9. Sitemaps 

  • Orphan pages in Sitemap – Halaman-halaman yang tidak memiliki link internal dari halaman lain di situs kalian. Hal ini dapat mengurangi efisiensi perayapan oleh mesin pencari dan menghambat indeksasi.
  • Non 200 status code – Halaman-halaman dengan kode status non-200 (misalnya, 404 – Halaman Tidak Ditemukan atau 500 – Kesalahan Server Internal) dapat merusak otoritas situs dan pengalaman pengguna.
  • Unable to load sitemap – Pastikan sitemap kalian dapat dimuat dengan benar oleh mesin pencari. Periksa apakah ada kesalahan atau URL yang sudah dihapus dalam sitemap kalian. Perbarui sitemap secara teratur untuk memastikan semua halaman yang relevan termasuk di dalamnya.

 

Sitemap yang tidak dapat dimuat, memiliki non-200 status pages, atau halaman yatim (orphan pages) dapat mengurangi efisiensi perayapan. 

 

Cara memperbaiki: Lakukan audit berkala menggunakan GSC dan perbarui sitemap kalian.

 

11. Links 

  • Link to 3xx: Pastikan menghindari tautan yang mengarah ke pengalihan 3xx, karena ini dapat menghambat efisiensi perayapan dan mengurangi otoritas situs kalian.
  • Link to 4xx: Tautan internal yang menuju ke halaman dengan kesalahan 4xx (misalnya 404 Not Found) dapat merugikan situs kalian baik dari segi SEO maupun pengalaman pengguna.
  • Link to 5xx: Demikian juga, tautan ke halaman dengan kesalahan 5xx (misalnya 500 Internal Server Error) perlu diperbaiki untuk memastikan situs kalian berfungsi dengan baik.
  • Links to non-indexable pages: Tautan yang menuju ke halaman yang tidak dapat diindeks atau tidak relevan juga perlu diperhatikan. Pastikan halaman-halaman tersebut diperbaiki atau dihapus jika tidak memberikan nilai tambah bagi situs kalian.

 

Links ke halaman 4xx atau 5xx dapat merusak otoritas situs kalian dan pengalaman pengguna. 

 

Cara memperbaiki: Gunakan crawler untuk mengidentifikasi link rusak dan ganti dengan link yang relevan.

 

12. Security

SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol keamanan yang mengenkripsi data antara server website dan browser pengguna. Sertifikat SSL diwujudkan pada URL dengan “https” (bukan “http”) dan simbol gembok di address bar.

Fungsi Utama SSL:

  1. Mengamankan Data
  2. Membangun Kepercayaan Users dan Search Engine Bot
  3. Peningkatan Performa SEO pada ranking

 

13. Structured Data Markup

Schema Markup adalah bentuk data terstruktur (structured data) yang ditambahkan ke kode HTML sebuah website untuk memberikan informasi tambahan kepada mesin pencari tentang konten halaman tersebut.

Schema Markup memetakan elemen-elemen pada website sehingga search engine, seperti Google, dapat memahami konteks informasi secara lebih baik.

 

Isu teknikal SEO bisa menjadi tantangan, tetapi dengan bantuan developer atau tim IT yang kompeten, masalah ini dapat diatasi dengan efisien. Memastikan situs kalian optimal berarti memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan mesin pencari manapun.

Mulailah audit teknikal SEO kalian hari ini, dan jadikan situs kalian muncul dihalaman pertama Google.

 

jasa konsultasi SEO

Got any ideas to work on?